Ada satu kebiasaan manusia yang cukup aneh: menunggu pesan dari seseorang yang kemungkinan besar bahkan tidak sedang menunggu pesan dari kita. Atau bahkan tidak mengharapkannya.
Kita tahu dia mungkin sedang sibuk. Kita tahu dia mungkin tidak memegang HP. Kita juga tahu hidupnya tidak berhenti hanya karena kita mengirim pesan.
Tapi tetap saja...
HP dicek.
Lima menit kemudian dicek lagi.
Sepuluh menit kemudian dibuka lagi.
Padahal notifikasi yang masuk cuma dari aplikasi yang bahkan tidak kita pedulikan.
Lalu kita mulai bertanya:
"Kok belum dibalas, ya?"
Awalnya Cuma Mau Bertanya
Biasanya semua dimulai dengan sangat sederhana.
"Eh, kamu lagi apa?"
Tidak ada maksud besar. Tidak ada deklarasi cinta. Hanya pertanyaan biasa.
Pesan dikirim.
Lalu menunggu.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Tiga puluh menit.
Dan tiba-tiba kita sudah membuka percakapan itu sebanyak tujuh kali.
Bukan karena ada informasi baru.
Kita cuma berharap pesan tersebut tiba-tiba berubah menjadi:
"Sudah dibaca 1 menit yang lalu."
Kenapa Kita Menunggu?
Sebenarnya, menunggu balasan bukan hanya soal pesan.
Ada sesuatu yang lebih dalam: kita ingin merasa diperhatikan.
Ketika seseorang membalas pesan kita dengan cepat, kita merasa dihargai.
Sebaliknya, ketika balasan tidak kunjung datang, pikiran mulai mencari alasan.
"Dia sibuk?"
"Dia lupa?"
"HP-nya mati?"
"Dia sudah tidak tertarik ngobrol?"
Dan kalau sedang berada dalam mode overthinking:
"Atau aku memang mengganggu?"
Satu pesan yang belum dibalas bisa menghasilkan lebih banyak teori daripada hasil rapat kabinet.
Online, Tapi Tidak Membalas
Ini adalah salah satu ujian terbesar dalam kehidupan modern.
Kita melihat:
Online 5 menit lalu.
Hati:
"Oh..."
Lalu dia mengunggah story.
Hati:
"OH."
Kemudian dia memberikan like pada postingan orang lain.
Hati:
"ANJ"
Di titik ini kita mulai merasa menjadi detektif digital.
Padahal bisa saja dia memang sedang tidak ingin membalas pesan.
Dan itu juga sebenarnya tidak selalu berarti sesuatu yang buruk.
Kita Sering Menganggap Balasan sebagai Ukuran Perasaan
Ini yang perlu diperhatikan.
Kecepatan seseorang membalas pesan tidak selalu menunjukkan seberapa besar mereka peduli.
Orang punya kesibukan, suasana hati, prioritas, dan kebiasaan komunikasi yang berbeda.
Ada orang yang membalas pesan dalam hitungan detik.
Ada yang baru membuka WhatsApp setelah beberapa jam.
Ada juga yang membaca pesan lalu berpikir:
"Nanti aku balas."
Kemudian lupa.
Bukan karena membenci kita.
Memang karena manusia terkadang memiliki kemampuan luar biasa untuk lupa membalas pesan.
Masalahnya Bukan pada Pesannya, Tapi Ekspektasi Kita
Kadang yang membuat kita kecewa bukan karena dia tidak membalas.
Tetapi karena kita mengharapkan dia membalas seperti yang kita inginkan.
Kita mungkin berpikir:
"Kalau aku bisa membalasnya dengan cepat, kenapa dia tidak?"
Jawabannya sederhana:
Karena dia bukan kita.
Kita tidak bisa menggunakan standar perhatian kita untuk mengukur perhatian orang lain.
Menunggu Bisa Menjadi Kebiasaan
Yang lebih menarik adalah bagaimana menunggu pesan bisa menjadi sebuah kebiasaan.
HP berbunyi.
Kita langsung mengambilnya.
Ternyata bukan dia.
Kecewa sedikit.
Lima menit kemudian berharap lagi.
Akhirnya hari kita seperti dikendalikan oleh satu benda kecil di meja.
HP.
Dan yang lebih lucu, orang yang kita tunggu mungkin sedang makan, bekerja, tidur, bermain game, atau bahkan tidak memikirkan percakapan tersebut sama sekali.
Sementara kita sudah membuat tiga kemungkinan hubungan masa depan.
Jadi, Haruskah Berhenti Menunggu?
Tidak juga.
Menunggu pesan dari seseorang yang kita sukai adalah hal yang sangat manusiawi.
Yang perlu dihindari adalah ketika menunggu mulai mengganggu kehidupan kita.
Tidak perlu setiap lima menit membuka HP.
Tidak perlu menghitung berapa lama dia online.
Tidak perlu membuat kesimpulan hanya karena sebuah pesan belum dibalas.
Dan yang paling penting:
Jangan menjadikan balasan seseorang sebagai ukuran harga diri kita.
Mungkin Dia Tidak Menunggu Pesan Kita, dan Itu Tidak Apa-Apa
Tidak semua perasaan harus berbalas dengan cara yang sama.
Kita bisa peduli kepada seseorang yang tidak terlalu memikirkan kita.
Kita bisa menunggu seseorang yang tidak sedang menunggu kita.
Dan terkadang, kita harus menerima kenyataan bahwa perhatian tidak selalu berjalan dua arah.
Bukan berarti kita tidak berharga.
Hanya saja, perasaan memang tidak selalu memiliki jadwal yang sama.
Penutup
Jadi, kenapa kita menunggu pesan dari orang yang tidak menunggu pesan kita?
Karena kita manusia.
Kita berharap. Kita penasaran. Kita peduli. Dan terkadang, kita terlalu banyak berpikir.
Tidak ada yang salah dengan menunggu.
Tapi jangan sampai hidup kita ikut berhenti hanya karena satu notifikasi yang belum muncul.
Kalau dia membalas, syukurlah.
Kalau belum, lanjutkan aktivitas.
Karena sebenarnya ada satu pesan yang jauh lebih penting daripada pesan yang sedang kita tunggu:
pesan dari diri sendiri yang mengatakan, "Ngga tau males pengen beli Truck 😄
